Pemanfaatan Bioteknologi Diharapkan Dapat Menanggulangi Kelaparan Dunia dan Meningkatkan Kesejahteraan Petani
Submitted by admin on Sat, 15/05/2010 - 05:39
Mexico - Konferensi teknis internasional Organisasi Pangan Dunia (FAO) tentang bioteknologi pertanian di negara-negara berkembang (FAO International Technical Conference on Agricultural Biotechnologies in Developing Countries 2010 /FAO ABDC 2010) telah berlangsung di Guadalajara, Mexico pada tanggal 1-4 Maret 2010. Pertemuan yang merupakan hasil kerjasama FAO, IFAD Pemerintah Mexico serta beberapa lembaga riset internasional ini dihadiri oleh sekitar 350 orang dari kalangan peneliti, LSM, Oranisasi Internasional / Regional, pemerintah, serta beberapa perwakilan setingkat Menteri dari 56 negara dan 26 organisasi yang bertindak sebagai pengamat. Delegasi RI terdiri dari Atase Pertanian Roma, Counsellor Multilateral KBRI Roma, 3 (tiga) orang peneliti dari Kementerian Pertanian dan Kementerian Kehutanan, serta unsur KBRI Mexico City.
Konferensi yang mengambil tema: “The Technical Conference on Agricultural Technologies in Developing Countries: Option and Opportunities in Crops, Forestry, Livestock, Fisheries, and Agro-industry to face the Challenges of Food Security, and Climate Change” dihadiri oleh paling tidak sekitar 200 lebih peserta yang berasal dari 50 negara lebih dan utusan berbagai organisasi Internasional dan LSM dunia termasuk Indonesia yang diwakili oleh utusan institusi Kementrian Pertanian, Kementrian Kehutanan, dan unsur KBRI Roma dan KBRI Maksiko.
Dalam kata sambutannya Asisten Dirjen FAO, Mr. Madibo Traore, atas nama Dirjen FAO, mengatakan bahwa Bioteknologi modern dan juga yang konvensional merupakan alat yang sangat berpotensi bagi sektor pertanian dalam arti luas termasuk perikanan dan kehutanan. Dikatakan selanjutnya bahwa walaupun demikian bioteknologi menurut Mr. Traore belum memberikan pengaruh yang memadai terhadap kehidupan petani di Negara berkembang.
Isu penting yang muncul apakah mungkin Bioteknologi dapat menanggulangi kelaparan dunia?. Pertanyaan tersebut merupakan salah satu pertanyaan utama yang mengemuka pada diskusi yang terjadi pada konferensi tersebut. Isu lain yang juga menjadi pertanyaan utama adalah sejauh mana peranan bioteknologi bagi peningkatan kesejahteraan kaum miskin di pedesaaan Negara berkembang.
Konferensi yang membahas aspek Bioteknologi dalam arti luas ini diarahkan untuk tidak terfokus ke tema bahasan tentang GMO (Genetically Modified Organisms) yang selama ini memang merupakan tema yang masih bersifat kontroversial, tetapi lebih kepada pembicaraan yang bersifat teknis dan menghindari aspek yang terkait dengan politik.
Dalam siaran persnya FAO juga mengemukakan beberapa inovasi yang dihasilkan oleh bioteknologi ini beberapa misalnya: padi hibrida Afrika, hasil susu sapi perah di Bangladesh, penggunaan metode berdasarkan DNA untuk mendeteksi penyakit udang di India.
Dari konferensi ini diharapkan akan dihasilkan beberapa rekomendasi dan masukan bagaimana peranan Bioteknologi di Negara berkembang dalam menanggulangi persoalan penyediaan pangan dan penanggulangan kemiskinan di tengan terjadinya perubahan lingkungan hidup dan kelaparan dunia.
Hasil penting lainnya yang disepakati adalah dengan pemanfaatan Bioteknologi hendaknya dapat lebih memperhatikan kepentingan pertanian skala kecil dan kesejahteraan petani. Selain keputusan tersebut peserta pertemuan juga sepakat perlunya pendanaan yang berkelanjutan untuk mengembangkan bioteknologi di Negara berkembang dengan melalui kerjasama yang melibatkan sektor pemerintah, swasta, dan organisasi kemasyarakatan khususnya yang menaungi kepentingan petani dan pertanian dalam arti luas.
Sebagai salah satu pertemuan penting yang dilakukan FAO terkait dalam penerapan bio teknologi, delegasi Indonesia menilai pertemuan ini cukup berhasil dalam memetakan kembali peran penting bio teknologi dalam pembangunan pangan dan pertanian di negara berkembang dalam era globalisasi ini.
Delegasi Indonesia pada kesempatan ini menekankan perlunya Organisasi Internasional terkait dan negara donor yang sementara ini merupakan pemilik utama bio-tekonologi untuk mengupayakan apa yang disebut dengan “pro-poor bio technologies”. Sedangkan delegasi lain menambahkan agar isu keterlibatan, pengetahuan dan kontrol petani atas penerapan teknologi termaksud.
Sumber : Atani KBRI - Roma
Berita terbaru
*
Pelantikan Pejabat Eselon III dan IV Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian
*
Mentan Lantik 109 Pejabat Eselon II
*
Mentan Lantik 17 Pejabat Eselon I
*
Cuaca Ekstrem Ancam Pertanian RI
*
Penandatangan Letter of Intent ( LOI ) Bidang Pertanian Indonesia - Canada
*
Indonesia – USA Partnership: Agricultural Technology and Investment Forum
*
Panen Padi SRI di DAS Citarum
*
Perpanjangan Batas Usia Pensiun (BUP) Penyuluh Pertanian
*
Kepala BBP2TP Serahkan Sertifikat ISO 9001 : 2008 ke 7 BPTP
*
Mentan: Ketersedian Pangan Kita Aman!
*
Mentan: Anggaran 2011 Kementan Naik 88,8%
*
Kunjungan Kerja Komisi IV DPR RI Ke NTT
*
Kunjungan Sekjen Kementerian Pertanian ke Balai Karantina Pertanian Kelas II Pangkalpinang
*
Workshop Aplikasi Pemetaan Hama Penyakit Hewan Karantina dengan Teknologi Pemetaan Digital
*
Pertemuan Koordinasi ke-4 Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Nasional
*
Tahun 2010 Harga Teh Dunia Diperkirakan Stabil
*
Mewaspadai Harga Beras Dunia Yang Mulai Merangkak Naik
*
Staf Khusus Menteri Pertanian Hadiri Proses Pemusnahan Babi
*
Visi Pangan Perkebunan 2020
*
Pemanfaatan Bioteknologi Diharapkan Dapat Menanggulangi Kelaparan Dunia dan Meningkatkan Kesejahteraan Petani
*
Memantau Gaung Gerakan "Go Organik 2010"
*
"e-Lelang" Memutus Mata Rantai Petani dan Tengkulak
*
“ONE DAY NO RICE” Gerakan Penganekaragaman Konsumsi Pangan dengan Mewarisi Semangat Kartini
*
Kincir air mampu atasi kekeringan sawah petani
Copyright © 2010 Kementerian Pertanian Indonesia
Tugas adalah tanggung jawab,bukan beban Kecerdasan sejati adalah keberanian melangkah maju ketika hasilnya masih belum pasti.
Selasa, 18 Januari 2011
Minggu, 16 Januari 2011
Pewarisan sifat dalam makhluk hidup
4,549 views | June 28, 2010
Pewarisan sifat atau yang lebih dikenal dengan hereditas merupakan suatu pewarisan sifat dari induk kepada keturunannya. Ilmu yang mempelajari tentang pewarisan sifat disebut dengan genetika. Pewarisan sifat itu dapat ditentukan oleh kromosom dan gen.
A. Istilah dalam Pewarisan Sifat dan Persilangan
1. Kromosom adalah struktur benang yang ada di dalam inti sel yang tugasnya bertanggung jawab dalam hal sifat keturunan (hereditas). Yang Tersusun atas sentromer dan lengan kromosom.
2. Genatau disebut dengan istilah “substansi hereditas” yang terletak berada di dalam kromosom.
3. Genotipe adalah suatu sifat dasar yang tidak tampak serta bersifat tetap pada individu. Genotipe itu berkodekan dengan simbol huruf yang diambil dari huruf paling depan dari sifat yang dimiliki oleh individu yang dipersilangkan.
4. Alel adalah anggota dan suatu gen yang punya suatu pengaruh berlawanan.
Misalnya, T menentukan sifat tinggi pada suatu tanaman, sedangkan t menentukan batang pendek. Dengan demikian, T dan t merupakan alel satu terhadap yang lain.
5. Fenotipe merupakan sifat-sifat yang tampak pada suatu individu serta dapat diamati dengan panca indra. Misalnya seperti warna bunga merah, rambut keriting, rambut lurus, tubuh besar, badan tinggi, hidung mancung, kulit kuning, dan buah besar.
6. Dominan merupakan salah satu sifat suatu individu yang dalam proses persilangannya mengalahkan atau menutupi pemunculan sifat individu lain dalam persilangan.
7. Sifat resesif merupakan suatu sifat kebalikan dari sifat dominan, yaitu sifat suatu individu yang tidak muncul dalam keturunannya karena terkalahkan atau tertutupi oleh pemunculan sifat sejenis dari individu lain dalam persilangan.
8. Intermediet adalah sifat suatu individu yang pemunculannya merupakan gabungan antara sifat kedua induk yang dipersilangkan.
9. Hibrida punya arti sebagai hasil perkawinan antara dua individu yang punya sifat berbeda. Berikut ini istilah yang sering digunakan.
a. Persilangan monohibrida, merupakan persilangan antara dua individu dengan satu sifat beda.
b. Persilangan dihibrida, yaitu persilangan antara dua individu dengan dua
sifat beda.
c. Fl : Hasil persilangan pertama (keturunan pertama)
d. F2 : Hasil persilangan kedua (keturunan kedua)
e. P : Parental/induk/orang tua
B. Menentukan Garnet dari Genotipe Tetua
Dalam suatu Proses pembentukan garnet berlangsungnya itu melalui proses pembelahan sel secara meiosis, dengan terjadi pengurangan jumlah kromosom sebanyak setengah jumlah kromosom sel induknya. Oleh sebab itu, gen yang terdapat di dalam kromosom sel anak juga menjadi setengah jumlah gen sel induknya.
Rumus umum yang dipakai untuk mencari jumlah macam garnet ialah 2″. Tanda n merupakan jumlah alel heterozigot, yaitu genotipe yang mempunyai pasangan alel berbeda. Contoh:
1. TT, jumlah alel yang heterozigot adalah 0 sehingga jumlah gametnya adalah 2° = 1 macam, yaitu T saja.
2. Tt, jumlah alel yang heterozigot adalah 1 sehingga jumlah gametnya adalah 21 = 2 macam, yaitu T dan t.
3. TtBB, jumlah alel yang heterozigot adalah 1 sehingga jumlah gametnya adalah 21 = 2 macam, yaitu TB dan tB.
4. TtBb, jumlah alel yang heterozigot adalah 2 sehingga jumlah gametnya adalah 22 = 4 macam, yaitu TB, Tb, tB, dan tb.
C. Persilangan Monohibrida
1. Persilangan Monohibrida Dominan Penuh
a. Persilangan ini terjadi antara dua individu yang mempunyai sifat
dominan penuh dengan individu lain yang bersifat resesif.
b. Hasil Fl seragam, dengan genotipe dan fenotipe semua keturunan Fl
sama.
c. Apabila persilangan dilanjutkan dengan menyilangkan individu sesama
Fl akan dihasilkan keturunan ke-2 (F2), dengan tiga macam genotipe
dan dua macam fenotipe
2. Persilangan Monohibrida Dominan Tak Penuh (Kodominan)
a. Persilangan ini terjadi antara dua individu dengan sifat yang tidak
dominan tetapi juga tidak resesif terhadap sesamanya.
b. Individu Fl merupakan perpaduan sifat kedua induknya, sadangkan pada
F2 dihasilkan keturunan perbandingan genotipe dan fenotipe 1: 2:1.
D. Persilangan Dihibrida
1. Persilangan dihibrida adalah persilangan antara dua individu dengan memerhatikan dua sifat yang berbeda.
2. Menghasilkan individu Fl yang seragam, yaitu semua keturunannya terdiri dari satu macam genotipe dan satu macam fenotipe.
3. Perbandingan fenotipe F2 adalah 9: 3: 3: 1 dan jumlah kombinasi F2 sebanyak 16 buah.
4. Genotip F2 ada 9 buah.
Perbandingan fenotipe F2:
Berbuah lebat, rasa manis: berbuah lebat, rasa masam: berbuah sedikit, rasa
manis: berbuah sedikit, rasa masam = 9: 3: 3: 1.
Genotipe F2 ada 9 macam, yaitu:
*
o
registrasi
o Silahkan login bagi member:
o
User
Password
Ingat Saya
o Lupa password?
Did U Know .. ?
Memakai headphone selama satu jam dapat menstimulasi perkembangan bakteri dalam telinga sebanyak 700 kali lipat!
* -anonim-
* [+] Kamu Mengetahui Sesuatu ?
Did U Know ?
Pewarisan sifat dalam makhluk hidup
* * * 2 pemilih
4,549 views | June 28, 2010
oleh dwi
Pewarisan sifat atau yang lebih dikenal dengan hereditas merupakan suatu pewarisan sifat dari induk kepada keturunannya. Ilmu yang mempelajari tentang pewarisan sifat disebut dengan genetika. Pewarisan sifat itu dapat ditentukan oleh kromosom dan gen.
A. Istilah dalam Pewarisan Sifat dan Persilangan
1. Kromosom adalah struktur benang yang ada di dalam inti sel yang tugasnya bertanggung jawab dalam hal sifat keturunan (hereditas). Yang Tersusun atas sentromer dan lengan kromosom.
2. Genatau disebut dengan istilah “substansi hereditas” yang terletak berada di dalam kromosom.
3. Genotipe adalah suatu sifat dasar yang tidak tampak serta bersifat tetap pada individu. Genotipe itu berkodekan dengan simbol huruf yang diambil dari huruf paling depan dari sifat yang dimiliki oleh individu yang dipersilangkan.
4. Alel adalah anggota dan suatu gen yang punya suatu pengaruh berlawanan.
Misalnya, T menentukan sifat tinggi pada suatu tanaman, sedangkan t menentukan batang pendek. Dengan demikian, T dan t merupakan alel satu terhadap yang lain.
5. Fenotipe merupakan sifat-sifat yang tampak pada suatu individu serta dapat diamati dengan panca indra. Misalnya seperti warna bunga merah, rambut keriting, rambut lurus, tubuh besar, badan tinggi, hidung mancung, kulit kuning, dan buah besar.
6. Dominan merupakan salah satu sifat suatu individu yang dalam proses persilangannya mengalahkan atau menutupi pemunculan sifat individu lain dalam persilangan.
7. Sifat resesif merupakan suatu sifat kebalikan dari sifat dominan, yaitu sifat suatu individu yang tidak muncul dalam keturunannya karena terkalahkan atau tertutupi oleh pemunculan sifat sejenis dari individu lain dalam persilangan.
8. Intermediet adalah sifat suatu individu yang pemunculannya merupakan gabungan antara sifat kedua induk yang dipersilangkan.
9. Hibrida punya arti sebagai hasil perkawinan antara dua individu yang punya sifat berbeda. Berikut ini istilah yang sering digunakan.
a. Persilangan monohibrida, merupakan persilangan antara dua individu dengan satu sifat beda.
b. Persilangan dihibrida, yaitu persilangan antara dua individu dengan dua
sifat beda.
c. Fl : Hasil persilangan pertama (keturunan pertama)
d. F2 : Hasil persilangan kedua (keturunan kedua)
e. P : Parental/induk/orang tua
B. Menentukan Garnet dari Genotipe Tetua
Dalam suatu Proses pembentukan garnet berlangsungnya itu melalui proses pembelahan sel secara meiosis, dengan terjadi pengurangan jumlah kromosom sebanyak setengah jumlah kromosom sel induknya. Oleh sebab itu, gen yang terdapat di dalam kromosom sel anak juga menjadi setengah jumlah gen sel induknya.
Rumus umum yang dipakai untuk mencari jumlah macam garnet ialah 2″. Tanda n merupakan jumlah alel heterozigot, yaitu genotipe yang mempunyai pasangan alel berbeda. Contoh:
1. TT, jumlah alel yang heterozigot adalah 0 sehingga jumlah gametnya adalah 2° = 1 macam, yaitu T saja.
2. Tt, jumlah alel yang heterozigot adalah 1 sehingga jumlah gametnya adalah 21 = 2 macam, yaitu T dan t.
3. TtBB, jumlah alel yang heterozigot adalah 1 sehingga jumlah gametnya adalah 21 = 2 macam, yaitu TB dan tB.
4. TtBb, jumlah alel yang heterozigot adalah 2 sehingga jumlah gametnya adalah 22 = 4 macam, yaitu TB, Tb, tB, dan tb.
C. Persilangan Monohibrida
1. Persilangan Monohibrida Dominan Penuh
a. Persilangan ini terjadi antara dua individu yang mempunyai sifat
dominan penuh dengan individu lain yang bersifat resesif.
b. Hasil Fl seragam, dengan genotipe dan fenotipe semua keturunan Fl
sama.
c. Apabila persilangan dilanjutkan dengan menyilangkan individu sesama
Fl akan dihasilkan keturunan ke-2 (F2), dengan tiga macam genotipe
dan dua macam fenotipe
2. Persilangan Monohibrida Dominan Tak Penuh (Kodominan)
a. Persilangan ini terjadi antara dua individu dengan sifat yang tidak
dominan tetapi juga tidak resesif terhadap sesamanya.
b. Individu Fl merupakan perpaduan sifat kedua induknya, sadangkan pada
F2 dihasilkan keturunan perbandingan genotipe dan fenotipe 1: 2:1.
D. Persilangan Dihibrida
1. Persilangan dihibrida adalah persilangan antara dua individu dengan memerhatikan dua sifat yang berbeda.
2. Menghasilkan individu Fl yang seragam, yaitu semua keturunannya terdiri dari satu macam genotipe dan satu macam fenotipe.
3. Perbandingan fenotipe F2 adalah 9: 3: 3: 1 dan jumlah kombinasi F2 sebanyak 16 buah.
4. Genotip F2 ada 9 buah.
Perbandingan fenotipe F2:
Berbuah lebat, rasa manis: berbuah lebat, rasa masam: berbuah sedikit, rasa
manis: berbuah sedikit, rasa masam = 9: 3: 3: 1.
Genotipe F2 ada 9 macam, yaitu:
LLMM, LLMm, LIMM, LIMm, LLmm, Llmm, IIMM, lIMm, llmm.
Hak Cipta © 2011 KlikBelajar.com, KlikBelajar.com Powered by SyntheticNetwork
Pewarisan sifat atau yang lebih dikenal dengan hereditas merupakan suatu pewarisan sifat dari induk kepada keturunannya. Ilmu yang mempelajari tentang pewarisan sifat disebut dengan genetika. Pewarisan sifat itu dapat ditentukan oleh kromosom dan gen.
A. Istilah dalam Pewarisan Sifat dan Persilangan
1. Kromosom adalah struktur benang yang ada di dalam inti sel yang tugasnya bertanggung jawab dalam hal sifat keturunan (hereditas). Yang Tersusun atas sentromer dan lengan kromosom.
2. Genatau disebut dengan istilah “substansi hereditas” yang terletak berada di dalam kromosom.
3. Genotipe adalah suatu sifat dasar yang tidak tampak serta bersifat tetap pada individu. Genotipe itu berkodekan dengan simbol huruf yang diambil dari huruf paling depan dari sifat yang dimiliki oleh individu yang dipersilangkan.
4. Alel adalah anggota dan suatu gen yang punya suatu pengaruh berlawanan.
Misalnya, T menentukan sifat tinggi pada suatu tanaman, sedangkan t menentukan batang pendek. Dengan demikian, T dan t merupakan alel satu terhadap yang lain.
5. Fenotipe merupakan sifat-sifat yang tampak pada suatu individu serta dapat diamati dengan panca indra. Misalnya seperti warna bunga merah, rambut keriting, rambut lurus, tubuh besar, badan tinggi, hidung mancung, kulit kuning, dan buah besar.
6. Dominan merupakan salah satu sifat suatu individu yang dalam proses persilangannya mengalahkan atau menutupi pemunculan sifat individu lain dalam persilangan.
7. Sifat resesif merupakan suatu sifat kebalikan dari sifat dominan, yaitu sifat suatu individu yang tidak muncul dalam keturunannya karena terkalahkan atau tertutupi oleh pemunculan sifat sejenis dari individu lain dalam persilangan.
8. Intermediet adalah sifat suatu individu yang pemunculannya merupakan gabungan antara sifat kedua induk yang dipersilangkan.
9. Hibrida punya arti sebagai hasil perkawinan antara dua individu yang punya sifat berbeda. Berikut ini istilah yang sering digunakan.
a. Persilangan monohibrida, merupakan persilangan antara dua individu dengan satu sifat beda.
b. Persilangan dihibrida, yaitu persilangan antara dua individu dengan dua
sifat beda.
c. Fl : Hasil persilangan pertama (keturunan pertama)
d. F2 : Hasil persilangan kedua (keturunan kedua)
e. P : Parental/induk/orang tua
B. Menentukan Garnet dari Genotipe Tetua
Dalam suatu Proses pembentukan garnet berlangsungnya itu melalui proses pembelahan sel secara meiosis, dengan terjadi pengurangan jumlah kromosom sebanyak setengah jumlah kromosom sel induknya. Oleh sebab itu, gen yang terdapat di dalam kromosom sel anak juga menjadi setengah jumlah gen sel induknya.
Rumus umum yang dipakai untuk mencari jumlah macam garnet ialah 2″. Tanda n merupakan jumlah alel heterozigot, yaitu genotipe yang mempunyai pasangan alel berbeda. Contoh:
1. TT, jumlah alel yang heterozigot adalah 0 sehingga jumlah gametnya adalah 2° = 1 macam, yaitu T saja.
2. Tt, jumlah alel yang heterozigot adalah 1 sehingga jumlah gametnya adalah 21 = 2 macam, yaitu T dan t.
3. TtBB, jumlah alel yang heterozigot adalah 1 sehingga jumlah gametnya adalah 21 = 2 macam, yaitu TB dan tB.
4. TtBb, jumlah alel yang heterozigot adalah 2 sehingga jumlah gametnya adalah 22 = 4 macam, yaitu TB, Tb, tB, dan tb.
C. Persilangan Monohibrida
1. Persilangan Monohibrida Dominan Penuh
a. Persilangan ini terjadi antara dua individu yang mempunyai sifat
dominan penuh dengan individu lain yang bersifat resesif.
b. Hasil Fl seragam, dengan genotipe dan fenotipe semua keturunan Fl
sama.
c. Apabila persilangan dilanjutkan dengan menyilangkan individu sesama
Fl akan dihasilkan keturunan ke-2 (F2), dengan tiga macam genotipe
dan dua macam fenotipe
2. Persilangan Monohibrida Dominan Tak Penuh (Kodominan)
a. Persilangan ini terjadi antara dua individu dengan sifat yang tidak
dominan tetapi juga tidak resesif terhadap sesamanya.
b. Individu Fl merupakan perpaduan sifat kedua induknya, sadangkan pada
F2 dihasilkan keturunan perbandingan genotipe dan fenotipe 1: 2:1.
D. Persilangan Dihibrida
1. Persilangan dihibrida adalah persilangan antara dua individu dengan memerhatikan dua sifat yang berbeda.
2. Menghasilkan individu Fl yang seragam, yaitu semua keturunannya terdiri dari satu macam genotipe dan satu macam fenotipe.
3. Perbandingan fenotipe F2 adalah 9: 3: 3: 1 dan jumlah kombinasi F2 sebanyak 16 buah.
4. Genotip F2 ada 9 buah.
Perbandingan fenotipe F2:
Berbuah lebat, rasa manis: berbuah lebat, rasa masam: berbuah sedikit, rasa
manis: berbuah sedikit, rasa masam = 9: 3: 3: 1.
Genotipe F2 ada 9 macam, yaitu:
*
o
registrasi
o Silahkan login bagi member:
o
User
Password
Ingat Saya
o Lupa password?
Did U Know .. ?
Memakai headphone selama satu jam dapat menstimulasi perkembangan bakteri dalam telinga sebanyak 700 kali lipat!
* -anonim-
* [+] Kamu Mengetahui Sesuatu ?
Did U Know ?
Pewarisan sifat dalam makhluk hidup
* * * 2 pemilih
4,549 views | June 28, 2010
oleh dwi
Pewarisan sifat atau yang lebih dikenal dengan hereditas merupakan suatu pewarisan sifat dari induk kepada keturunannya. Ilmu yang mempelajari tentang pewarisan sifat disebut dengan genetika. Pewarisan sifat itu dapat ditentukan oleh kromosom dan gen.
A. Istilah dalam Pewarisan Sifat dan Persilangan
1. Kromosom adalah struktur benang yang ada di dalam inti sel yang tugasnya bertanggung jawab dalam hal sifat keturunan (hereditas). Yang Tersusun atas sentromer dan lengan kromosom.
2. Genatau disebut dengan istilah “substansi hereditas” yang terletak berada di dalam kromosom.
3. Genotipe adalah suatu sifat dasar yang tidak tampak serta bersifat tetap pada individu. Genotipe itu berkodekan dengan simbol huruf yang diambil dari huruf paling depan dari sifat yang dimiliki oleh individu yang dipersilangkan.
4. Alel adalah anggota dan suatu gen yang punya suatu pengaruh berlawanan.
Misalnya, T menentukan sifat tinggi pada suatu tanaman, sedangkan t menentukan batang pendek. Dengan demikian, T dan t merupakan alel satu terhadap yang lain.
5. Fenotipe merupakan sifat-sifat yang tampak pada suatu individu serta dapat diamati dengan panca indra. Misalnya seperti warna bunga merah, rambut keriting, rambut lurus, tubuh besar, badan tinggi, hidung mancung, kulit kuning, dan buah besar.
6. Dominan merupakan salah satu sifat suatu individu yang dalam proses persilangannya mengalahkan atau menutupi pemunculan sifat individu lain dalam persilangan.
7. Sifat resesif merupakan suatu sifat kebalikan dari sifat dominan, yaitu sifat suatu individu yang tidak muncul dalam keturunannya karena terkalahkan atau tertutupi oleh pemunculan sifat sejenis dari individu lain dalam persilangan.
8. Intermediet adalah sifat suatu individu yang pemunculannya merupakan gabungan antara sifat kedua induk yang dipersilangkan.
9. Hibrida punya arti sebagai hasil perkawinan antara dua individu yang punya sifat berbeda. Berikut ini istilah yang sering digunakan.
a. Persilangan monohibrida, merupakan persilangan antara dua individu dengan satu sifat beda.
b. Persilangan dihibrida, yaitu persilangan antara dua individu dengan dua
sifat beda.
c. Fl : Hasil persilangan pertama (keturunan pertama)
d. F2 : Hasil persilangan kedua (keturunan kedua)
e. P : Parental/induk/orang tua
B. Menentukan Garnet dari Genotipe Tetua
Dalam suatu Proses pembentukan garnet berlangsungnya itu melalui proses pembelahan sel secara meiosis, dengan terjadi pengurangan jumlah kromosom sebanyak setengah jumlah kromosom sel induknya. Oleh sebab itu, gen yang terdapat di dalam kromosom sel anak juga menjadi setengah jumlah gen sel induknya.
Rumus umum yang dipakai untuk mencari jumlah macam garnet ialah 2″. Tanda n merupakan jumlah alel heterozigot, yaitu genotipe yang mempunyai pasangan alel berbeda. Contoh:
1. TT, jumlah alel yang heterozigot adalah 0 sehingga jumlah gametnya adalah 2° = 1 macam, yaitu T saja.
2. Tt, jumlah alel yang heterozigot adalah 1 sehingga jumlah gametnya adalah 21 = 2 macam, yaitu T dan t.
3. TtBB, jumlah alel yang heterozigot adalah 1 sehingga jumlah gametnya adalah 21 = 2 macam, yaitu TB dan tB.
4. TtBb, jumlah alel yang heterozigot adalah 2 sehingga jumlah gametnya adalah 22 = 4 macam, yaitu TB, Tb, tB, dan tb.
C. Persilangan Monohibrida
1. Persilangan Monohibrida Dominan Penuh
a. Persilangan ini terjadi antara dua individu yang mempunyai sifat
dominan penuh dengan individu lain yang bersifat resesif.
b. Hasil Fl seragam, dengan genotipe dan fenotipe semua keturunan Fl
sama.
c. Apabila persilangan dilanjutkan dengan menyilangkan individu sesama
Fl akan dihasilkan keturunan ke-2 (F2), dengan tiga macam genotipe
dan dua macam fenotipe
2. Persilangan Monohibrida Dominan Tak Penuh (Kodominan)
a. Persilangan ini terjadi antara dua individu dengan sifat yang tidak
dominan tetapi juga tidak resesif terhadap sesamanya.
b. Individu Fl merupakan perpaduan sifat kedua induknya, sadangkan pada
F2 dihasilkan keturunan perbandingan genotipe dan fenotipe 1: 2:1.
D. Persilangan Dihibrida
1. Persilangan dihibrida adalah persilangan antara dua individu dengan memerhatikan dua sifat yang berbeda.
2. Menghasilkan individu Fl yang seragam, yaitu semua keturunannya terdiri dari satu macam genotipe dan satu macam fenotipe.
3. Perbandingan fenotipe F2 adalah 9: 3: 3: 1 dan jumlah kombinasi F2 sebanyak 16 buah.
4. Genotip F2 ada 9 buah.
Perbandingan fenotipe F2:
Berbuah lebat, rasa manis: berbuah lebat, rasa masam: berbuah sedikit, rasa
manis: berbuah sedikit, rasa masam = 9: 3: 3: 1.
Genotipe F2 ada 9 macam, yaitu:
LLMM, LLMm, LIMM, LIMm, LLmm, Llmm, IIMM, lIMm, llmm.
Hak Cipta © 2011 KlikBelajar.com, KlikBelajar.com Powered by SyntheticNetwork
Kamis, 06 Januari 2011
Pembelahan Sel
« pada: September 05, 2009, 10:43:27 »
Pembelahan mitosis menghasilkan sel anakan yang jumlah kromosomnya sama dengan jumlah kromosom sel induknya, pembelahan mitosis terjadi pada sel somatic (sel penyusun tubuh).
Pada sel – sel organisme multiseluler, proses pembelahan sel memiliki tahap – tahap tertentu yang disebut siklus sel. Sel – sel tubuh yang aktif melakukan pembelahan memiliki siklus sel yang lengkap. Siklus sel tersebut dibedakan menjadi dua fase(tahap ) utama, yaitu interfase dan mitosis. Interfase terdiri atas 3 fase yaitu fase G1, ( growth atau gap1), fase S (synthesis), fase G2(growth atau gap2).
Pembelahan mitosis dibedakan atas dua fase, yaitu kariokinesis dan sitokinesis, kariokinesis adalah proses pembagian materi inti yang terdiri dari beberapa fase, yaitu Profase, Metafase, dan Telofase. Sedangkan sitokinesis adalah proses pembagian sitoplasma kepada dua sel anak hasil pembelahan.
1. Kariokinesis
Kariokinesis selama mitosis menunjukkan cirri yang berbeda – beda pada tiap fasenya. Beberapa aspek yang dapat dipelajari selama proses pembagian materi inti berlangsung adalah berubah – ubah pada struktur kromosom,membran inti, mikro tubulus dan sentriol. Cirri dari tiap fase pada kariokinesis adalah:
a) Profase
1. Benang – benang kromatin berubah menjadi kromosom. Kemudian setiap kromosom membelah menjadi kromatid dengan satu sentromer.
2. Dinding inti (nucleus) dan anak inti (nucleolus) menghilang.
3. Pasangan sentriol yang terdapat dalam sentrosom berpisah dan bergerak menuju kutub yang berlawanan.
4. Serat – serat gelendong atau benang – benang spindle terbentuk diantara kedua kutub pembelahan.
b) Metafase
Setiap kromosom yang terdiri dari sepasang kromatida menuju ketengah sel dan berkumpul pada bidang pembelahan (bidang ekuator), dan menggantung pada serat gelendong melalui sentromer atau kinetokor.
c) Anaphase
Sentromer dari setiap kromosom membelah menjadi dua dengan masing – masing satu kromatida. Kemudian setiap kromatida berpisah dengan pasangannya dan menuju kekutub yang berlawanan. Pada akhir nanfase, semua kroatida sampai pada kutub masing – masing.
d) Telofase
Pada telofase terjadi peristiwa berikut:
1. Kromatida yang berada jpada kutub berubah menjasadi benang – benangkromatin kembali.
2. Terbentuk kembali dinding inti dan nucleolus membentuk dua inti baru.
3. Serat – serat gelendong menghilang.
4. Terjadi pembelahan sitoplasma (sitokenesis) menjadi dua bagian, dan terbentuk membrane sel pemisah ditengah bidang pembelahan. Akhirnya , terbentuk dua sel anak yang mempunyai jumlah kromosom yang sama dengan kromosom induknya.
Hasil mitosis:
1. Satu sel induk yang diploid (2n) menjadi 2 sel anakan yang masing – masing diploid.
2. Jumlah kromosom sel anak sama dengan jumlah kromosom sel induknya.
2 Sitokinesis
Selama sitokinesis berlangsung, sitoplasma sel hewan dibagi menjadi dua melalui terbentuknya cincin kontraktil yang terbentuk oleh aktin dan miosin pada bagian tengah sel. Cincin kontraktil ini menyebabkan terbentuknya alur pembelahan yang akhirnya akan menghasilkan dua sel anak. Masing – masing sel anak yang terbentuk ini mengandung inti sel, beserta organel – organel selnya. Pada tumbuhan, sitokinesis ditandai dengan terbentuknya dinding pemisah ditengah – tengah sel. Tahap sitokinesis ini biasanya dimasukkan dalam tahap telofase.
« Edit Terakhir: Agustus 02, 2010, 04:07:19 oleh reborn » Masuk
sisca, chemistry
Profesor
*****
IQ: 215
Offline Offline
Gender: Wanita
Tulisan: 6917
My last chance.... U.,U
sisca.honeymuw@yahoo.com
Lihat Profil
Re: Jaringan Makhluk Hidup
« Jawab #1 pada: September 05, 2009, 10:49:14 »
ada gag pembelahan yg namanya meiosis,,,,?
Masuk
I do live like an ascetic..
Away from all hurry-scurry... ketawa ketawa
raisuien
Profesor
*****
IQ: 329
Offline Offline
Gender: Pria
Tulisan: 6103
Lihat Profil
Re: Jaringan Makhluk Hidup
« Jawab #2 pada: September 05, 2009, 10:55:10 »
Pembelahan Meiosis
Meiosis atau pembelahan reduksi adalah pembelahan dengan proses yang hampir sama dengan pembelahan mitosis namun pada meiosis terjadi pngurangan (reduksi) jumlah kromosom. Meiosis terbagi menjadi 2 tahapan besar yaitu meiosis I dan meiosis II, masa istirahat antara keduanya disebut interfase.
Sel somatik manusia terdiri dari 46 kromosom (23 pasang kromosom), setengah berasal dari tiap orang tua. Masing-masing dari 22 autosom maternal memiliki kromosom paternal yang homolog. Pasangan kromosom ke 23 adalah kromosom seks yang menentukan jenis kelamin seseorang,
Sel ovum dan sperma hanya mempunyai setengah kromosom (haploid / n), apabila ovum dan sperma bersatu (fertilisasi) akan terbentuk zigot diploid (2n) yang akan tumbuh menjadi individu baru dengan gen hasil kombinasi dari ovum dan sperma. Tahapan pembelahan meiosis sebagai berikut :
Masuk
sisca, chemistry
Profesor
*****
IQ: 215
Offline Offline
Gender: Wanita
Tulisan: 6917
My last chance.... U.,U
sisca.honeymuw@yahoo.com
Lihat Profil
Re: Jaringan Makhluk Hidup
« Jawab #3 pada: September 05, 2009, 11:11:06 »
ttg morulla,,morullasi,, monoblastik,,,,
blastula,,, blastulasi,,, blastocoel,,, diploblastik,,
gastrula,,, gastrulasi, triploblastik,,
......?
thx y,,,
^^
Masuk
I do live like an ascetic..
Away from all hurry-scurry... ketawa ketawa
raisuien
Profesor
*****
IQ: 329
Offline Offline
Gender: Pria
Tulisan: 6103
Lihat Profil
Re: Jaringan Makhluk Hidup
« Jawab #4 pada: September 05, 2009, 11:33:31 »
1 sel ==> 2 sel ==> 4 sel ==> 8 sel ==> 16 sel (morula)
32 sel lebih disebut blastula
klo sudah terbentuk lapisan embrional disebut gastrula
blastula dengan rongga di dalamnya yang di sebut blastosol
morulasi (stadium morula), blastulasi (stadium blastula), gastrulasi (stadium gastrula)
diploblastik : memiliki 2 lapisan embrional, ektoderm dan endoderm
triploblastik : memiliki ketiga lapisan embrional, ektoderm, mesoderm, dan endoderm
monoblas: sel darah awal sebelum jd monosit
Masuk
raisuien
Profesor
*****
IQ: 329
Offline Offline
Gender: Pria
Tulisan: 6103
Lihat Profil
Re: Jaringan Makhluk Hidup
« Jawab #5 pada: September 06, 2009, 12:25:55 »
animal pole adalah bagian pada sel telur yg membelah lebih cepat sedangkan vegetal pole adalah bagian pada sel telur yg membelah lebih lambat. animal pole akan menjadi embrio sdgkan vegetal pole akan menjadi makanannya (klo gak salah y)
klo proses pembentukan jaringan epitel aku kurang taw..
klo gak salah berdasarkan fungsinya..
soalnya jaringan epitel bermacam-macam...
Masuk
milmi
Moderator
Dosen
*****
IQ: 25
Offline Offline
Gender: Pria
Tulisan: 303
veritas, probitas, iustitia
miil23
Lihat Profil WWW
Re: Jaringan Makhluk Hidup
« Jawab #6 pada: September 08, 2009, 03:14:45 »
Kutip dari: sisca, chemistry pada September 05, 2009, 11:11:06
ttg morulla,,morullasi,, monoblastik,,,,
blastula,,, blastulasi,,, blastocoel,,, diploblastik,,
gastrula,,, gastrulasi, triploblastik,,
......?
thx y,,,
^^
Untuk morula, blastula, blastocoeal, gastrula, gastrocoel, etc, silahkan lihat gambar perkembangan embrio dari zigot berikut:
Blastulasi: pembentukan blastula dari morula
Blastocoel: rongga yang terbentuk di dalam blastula
Gastrulasi: pembetukan gastrula dari blastula
Gastrocoel: rongga di dalam gastrula
Kutip dari: raisuien pada September 05, 2009, 11:33:31
monoblas: sel darah awal sebelum jd monosit
Mungkin yang dimaksud adalah monoblastik dalam ilmu embriologi, yaitu kondisi satu lapisan embrional (mono = satu, blastikos = pertunasan) yang terjadi saat fase blastula. Istilah ini juga sering digunakan untuk merujuk hewan yang tidak mengalami gastrulasi, sehinga tubuhnya hanya memiliki satu lapisan embrional, contoh adlah porifera.
Masuk
...setetes air di samudera luas...
milmi
Moderator
Dosen
*****
IQ: 25
Offline Offline
Gender: Pria
Tulisan: 303
veritas, probitas, iustitia
miil23
Lihat Profil WWW
Re: Jaringan Makhluk Hidup
« Jawab #7 pada: September 08, 2009, 03:23:04 »
Kutip dari: raisuien pada September 05, 2009, 10:55:10
Meiosis terbagi menjadi 2 tahapan besar yaitu meiosis I dan meiosis II, masa istirahat antara keduanya disebut interfase.
Tidak ada interfase antara meiosis I dan II, karena istilah "interfase" merujuk pada fase pertumbuhan I, fase sintesis, dan fase pertumbuhan II, yang merupakan fase-fase pada siklus sel. Meiosis terjadi dua kali pembelahan tanpa jeda (meiosis I dan II), pada pembelahan pertama kromosom homolog dipisahkan, sedangkan pada pembelahan kedua sister kromatid yang dipisahkan.
Masuk
...setetes air di samudera luas...
milmi
Moderator
Dosen
*****
IQ: 25
Offline Offline
Gender: Pria
Tulisan: 303
veritas, probitas, iustitia
miil23
Lihat Profil WWW
Re: Jaringan Makhluk Hidup
« Jawab #8 pada: September 08, 2009, 04:11:46 »
Kutip dari: raisuien pada September 06, 2009, 12:25:55
animal pole adalah bagian pada sel telur yg membelah lebih cepat sedangkan vegetal pole adalah bagian pada sel telur yg membelah lebih lambat.
Mungkin yang benar bukan sel telur, namun blastula. Animal dan vegetal pole (dalam embriologi) ditemukan ketika proses gastrulasi akan terjadi. Perbedaan kecepatan pembelah sel-sel pada animal dan vegetal pole tersebutlah yang akan menyebabkan invaginasi (pelekukan kedalam) blastula sehingga membentuk gastrula awal yang memiliki ektoderm dan endoderm.
Powered by SMF 1.1.11 | SMF © 2006-2008, Simple Machines LLC
RSS | Sitemap | Science Blog | Feed Artikel
© 2006-2010 ForumSains.com
Pembelahan mitosis menghasilkan sel anakan yang jumlah kromosomnya sama dengan jumlah kromosom sel induknya, pembelahan mitosis terjadi pada sel somatic (sel penyusun tubuh).
Pada sel – sel organisme multiseluler, proses pembelahan sel memiliki tahap – tahap tertentu yang disebut siklus sel. Sel – sel tubuh yang aktif melakukan pembelahan memiliki siklus sel yang lengkap. Siklus sel tersebut dibedakan menjadi dua fase(tahap ) utama, yaitu interfase dan mitosis. Interfase terdiri atas 3 fase yaitu fase G1, ( growth atau gap1), fase S (synthesis), fase G2(growth atau gap2).
Pembelahan mitosis dibedakan atas dua fase, yaitu kariokinesis dan sitokinesis, kariokinesis adalah proses pembagian materi inti yang terdiri dari beberapa fase, yaitu Profase, Metafase, dan Telofase. Sedangkan sitokinesis adalah proses pembagian sitoplasma kepada dua sel anak hasil pembelahan.
1. Kariokinesis
Kariokinesis selama mitosis menunjukkan cirri yang berbeda – beda pada tiap fasenya. Beberapa aspek yang dapat dipelajari selama proses pembagian materi inti berlangsung adalah berubah – ubah pada struktur kromosom,membran inti, mikro tubulus dan sentriol. Cirri dari tiap fase pada kariokinesis adalah:
a) Profase
1. Benang – benang kromatin berubah menjadi kromosom. Kemudian setiap kromosom membelah menjadi kromatid dengan satu sentromer.
2. Dinding inti (nucleus) dan anak inti (nucleolus) menghilang.
3. Pasangan sentriol yang terdapat dalam sentrosom berpisah dan bergerak menuju kutub yang berlawanan.
4. Serat – serat gelendong atau benang – benang spindle terbentuk diantara kedua kutub pembelahan.
b) Metafase
Setiap kromosom yang terdiri dari sepasang kromatida menuju ketengah sel dan berkumpul pada bidang pembelahan (bidang ekuator), dan menggantung pada serat gelendong melalui sentromer atau kinetokor.
c) Anaphase
Sentromer dari setiap kromosom membelah menjadi dua dengan masing – masing satu kromatida. Kemudian setiap kromatida berpisah dengan pasangannya dan menuju kekutub yang berlawanan. Pada akhir nanfase, semua kroatida sampai pada kutub masing – masing.
d) Telofase
Pada telofase terjadi peristiwa berikut:
1. Kromatida yang berada jpada kutub berubah menjasadi benang – benangkromatin kembali.
2. Terbentuk kembali dinding inti dan nucleolus membentuk dua inti baru.
3. Serat – serat gelendong menghilang.
4. Terjadi pembelahan sitoplasma (sitokenesis) menjadi dua bagian, dan terbentuk membrane sel pemisah ditengah bidang pembelahan. Akhirnya , terbentuk dua sel anak yang mempunyai jumlah kromosom yang sama dengan kromosom induknya.
Hasil mitosis:
1. Satu sel induk yang diploid (2n) menjadi 2 sel anakan yang masing – masing diploid.
2. Jumlah kromosom sel anak sama dengan jumlah kromosom sel induknya.
2 Sitokinesis
Selama sitokinesis berlangsung, sitoplasma sel hewan dibagi menjadi dua melalui terbentuknya cincin kontraktil yang terbentuk oleh aktin dan miosin pada bagian tengah sel. Cincin kontraktil ini menyebabkan terbentuknya alur pembelahan yang akhirnya akan menghasilkan dua sel anak. Masing – masing sel anak yang terbentuk ini mengandung inti sel, beserta organel – organel selnya. Pada tumbuhan, sitokinesis ditandai dengan terbentuknya dinding pemisah ditengah – tengah sel. Tahap sitokinesis ini biasanya dimasukkan dalam tahap telofase.
« Edit Terakhir: Agustus 02, 2010, 04:07:19 oleh reborn » Masuk
sisca, chemistry
Profesor
*****
IQ: 215
Offline Offline
Gender: Wanita
Tulisan: 6917
My last chance.... U.,U
sisca.honeymuw@yahoo.com
Lihat Profil
Re: Jaringan Makhluk Hidup
« Jawab #1 pada: September 05, 2009, 10:49:14 »
ada gag pembelahan yg namanya meiosis,,,,?
Masuk
I do live like an ascetic..
Away from all hurry-scurry... ketawa ketawa
raisuien
Profesor
*****
IQ: 329
Offline Offline
Gender: Pria
Tulisan: 6103
Lihat Profil
Re: Jaringan Makhluk Hidup
« Jawab #2 pada: September 05, 2009, 10:55:10 »
Pembelahan Meiosis
Meiosis atau pembelahan reduksi adalah pembelahan dengan proses yang hampir sama dengan pembelahan mitosis namun pada meiosis terjadi pngurangan (reduksi) jumlah kromosom. Meiosis terbagi menjadi 2 tahapan besar yaitu meiosis I dan meiosis II, masa istirahat antara keduanya disebut interfase.
Sel somatik manusia terdiri dari 46 kromosom (23 pasang kromosom), setengah berasal dari tiap orang tua. Masing-masing dari 22 autosom maternal memiliki kromosom paternal yang homolog. Pasangan kromosom ke 23 adalah kromosom seks yang menentukan jenis kelamin seseorang,
Sel ovum dan sperma hanya mempunyai setengah kromosom (haploid / n), apabila ovum dan sperma bersatu (fertilisasi) akan terbentuk zigot diploid (2n) yang akan tumbuh menjadi individu baru dengan gen hasil kombinasi dari ovum dan sperma. Tahapan pembelahan meiosis sebagai berikut :
Masuk
sisca, chemistry
Profesor
*****
IQ: 215
Offline Offline
Gender: Wanita
Tulisan: 6917
My last chance.... U.,U
sisca.honeymuw@yahoo.com
Lihat Profil
Re: Jaringan Makhluk Hidup
« Jawab #3 pada: September 05, 2009, 11:11:06 »
ttg morulla,,morullasi,, monoblastik,,,,
blastula,,, blastulasi,,, blastocoel,,, diploblastik,,
gastrula,,, gastrulasi, triploblastik,,
......?
thx y,,,
^^
Masuk
I do live like an ascetic..
Away from all hurry-scurry... ketawa ketawa
raisuien
Profesor
*****
IQ: 329
Offline Offline
Gender: Pria
Tulisan: 6103
Lihat Profil
Re: Jaringan Makhluk Hidup
« Jawab #4 pada: September 05, 2009, 11:33:31 »
1 sel ==> 2 sel ==> 4 sel ==> 8 sel ==> 16 sel (morula)
32 sel lebih disebut blastula
klo sudah terbentuk lapisan embrional disebut gastrula
blastula dengan rongga di dalamnya yang di sebut blastosol
morulasi (stadium morula), blastulasi (stadium blastula), gastrulasi (stadium gastrula)
diploblastik : memiliki 2 lapisan embrional, ektoderm dan endoderm
triploblastik : memiliki ketiga lapisan embrional, ektoderm, mesoderm, dan endoderm
monoblas: sel darah awal sebelum jd monosit
Masuk
raisuien
Profesor
*****
IQ: 329
Offline Offline
Gender: Pria
Tulisan: 6103
Lihat Profil
Re: Jaringan Makhluk Hidup
« Jawab #5 pada: September 06, 2009, 12:25:55 »
animal pole adalah bagian pada sel telur yg membelah lebih cepat sedangkan vegetal pole adalah bagian pada sel telur yg membelah lebih lambat. animal pole akan menjadi embrio sdgkan vegetal pole akan menjadi makanannya (klo gak salah y)
klo proses pembentukan jaringan epitel aku kurang taw..
klo gak salah berdasarkan fungsinya..
soalnya jaringan epitel bermacam-macam...
Masuk
milmi
Moderator
Dosen
*****
IQ: 25
Offline Offline
Gender: Pria
Tulisan: 303
veritas, probitas, iustitia
miil23
Lihat Profil WWW
Re: Jaringan Makhluk Hidup
« Jawab #6 pada: September 08, 2009, 03:14:45 »
Kutip dari: sisca, chemistry pada September 05, 2009, 11:11:06
ttg morulla,,morullasi,, monoblastik,,,,
blastula,,, blastulasi,,, blastocoel,,, diploblastik,,
gastrula,,, gastrulasi, triploblastik,,
......?
thx y,,,
^^
Untuk morula, blastula, blastocoeal, gastrula, gastrocoel, etc, silahkan lihat gambar perkembangan embrio dari zigot berikut:
Blastulasi: pembentukan blastula dari morula
Blastocoel: rongga yang terbentuk di dalam blastula
Gastrulasi: pembetukan gastrula dari blastula
Gastrocoel: rongga di dalam gastrula
Kutip dari: raisuien pada September 05, 2009, 11:33:31
monoblas: sel darah awal sebelum jd monosit
Mungkin yang dimaksud adalah monoblastik dalam ilmu embriologi, yaitu kondisi satu lapisan embrional (mono = satu, blastikos = pertunasan) yang terjadi saat fase blastula. Istilah ini juga sering digunakan untuk merujuk hewan yang tidak mengalami gastrulasi, sehinga tubuhnya hanya memiliki satu lapisan embrional, contoh adlah porifera.
Masuk
...setetes air di samudera luas...
milmi
Moderator
Dosen
*****
IQ: 25
Offline Offline
Gender: Pria
Tulisan: 303
veritas, probitas, iustitia
miil23
Lihat Profil WWW
Re: Jaringan Makhluk Hidup
« Jawab #7 pada: September 08, 2009, 03:23:04 »
Kutip dari: raisuien pada September 05, 2009, 10:55:10
Meiosis terbagi menjadi 2 tahapan besar yaitu meiosis I dan meiosis II, masa istirahat antara keduanya disebut interfase.
Tidak ada interfase antara meiosis I dan II, karena istilah "interfase" merujuk pada fase pertumbuhan I, fase sintesis, dan fase pertumbuhan II, yang merupakan fase-fase pada siklus sel. Meiosis terjadi dua kali pembelahan tanpa jeda (meiosis I dan II), pada pembelahan pertama kromosom homolog dipisahkan, sedangkan pada pembelahan kedua sister kromatid yang dipisahkan.
Masuk
...setetes air di samudera luas...
milmi
Moderator
Dosen
*****
IQ: 25
Offline Offline
Gender: Pria
Tulisan: 303
veritas, probitas, iustitia
miil23
Lihat Profil WWW
Re: Jaringan Makhluk Hidup
« Jawab #8 pada: September 08, 2009, 04:11:46 »
Kutip dari: raisuien pada September 06, 2009, 12:25:55
animal pole adalah bagian pada sel telur yg membelah lebih cepat sedangkan vegetal pole adalah bagian pada sel telur yg membelah lebih lambat.
Mungkin yang benar bukan sel telur, namun blastula. Animal dan vegetal pole (dalam embriologi) ditemukan ketika proses gastrulasi akan terjadi. Perbedaan kecepatan pembelah sel-sel pada animal dan vegetal pole tersebutlah yang akan menyebabkan invaginasi (pelekukan kedalam) blastula sehingga membentuk gastrula awal yang memiliki ektoderm dan endoderm.
Powered by SMF 1.1.11 | SMF © 2006-2008, Simple Machines LLC
RSS | Sitemap | Science Blog | Feed Artikel
© 2006-2010 ForumSains.com
Langganan:
Komentar (Atom)